Philosophy of Science and the Reconstruction of Contemporary Qur’anic Interpretation: Integrating Epistemology, Methodology, and Qur’anic Contextualization

Penulis

  • Ulyan Nasri Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Kata Kunci:

Philosophy of Science; Contemporary Tafsir; Qur’anic Hermeneutics; Ecological Crisis; Epistemological Reconstruction

Abstrak

Masyarakat kontemporer menghadapi persoalan yang semakin kompleks, seperti penebangan hutan secara besar-besaran, bencana longsor, perubahan iklim, kerusakan lingkungan, disrupsi teknologi, dan berbagai krisis kemanusiaan yang tidak ditemukan dalam bentuk yang sama oleh ulama klasik. Persoalan tersebut melahirkan pertanyaan epistemologis mengenai kemampuan tafsir Al-Qur’an kontemporer dalam menghasilkan respons yang relevan dan transformatif. Penelitian ini mengkaji integrasi filsafat ilmu sebagai landasan rekonstruksi tafsir kontemporer melalui keterpaduan epistemologi, metodologi, dan kontekstualisasi. Penelitian menggunakan library research dengan pendekatan filosofis-analitis melalui telaah kritis terhadap khazanah tafsir klasik dan kontemporer, filsafat ilmu, serta hermeneutika kontekstual Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalannya bukan terletak pada ketidakcukupan tafsir klasik, melainkan pada kecenderungan mereproduksi penafsiran warisan tanpa mentransformasikan prinsip-prinsip etiknya secara memadai ke dalam respons terhadap realitas baru. Kecenderungan tersebut berbeda dengan produktivitas intelektual ulama klasik yang aktif merespons persoalan ilmiah, sosial, politik, dan intelektual pada zamannya. Penelitian ini menegaskan bahwa tafsir kontemporer membutuhkan rekonstruksi epistemologis yang mengintegrasikan wahyu, akal, pengetahuan empiris, pendekatan interdisipliner, dan kesadaran kontekstual. Dalam kerangka tersebut, tafsir tidak cukup hanya menjelaskan teks yang telah ada, tetapi harus mampu melahirkan respons etis dan intelektual terhadap persoalan baru, termasuk bencana ekologis dan eksploitasi sumber daya alam yang destruktif. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengajuan filsafat ilmu sebagai fondasi transformasi tafsir dari tradisi yang cenderung reproduktif menuju praksis intelektual yang produktif, kontekstual, interdisipliner, dan berorientasi pada problem.

Diterbitkan

2026-08-24