http://jurnal.stitdarussaliminnw.ac.id/index.php/ngaule/issue/feed NGAULE 2026-10-03T05:06:40+00:00 Open Journal Systems <p>Jurnal Ngaule diterbitkan oleh Kampus STIT Darussalimin NW Praya. Jurnal Ngaule Fokus pada Pengabdian Kepada Masyarakat.</p> http://jurnal.stitdarussaliminnw.ac.id/index.php/ngaule/article/view/269 Implementasi Nilai-Nilai Filosofis Dalam Praktik Pkm Pendidikan 2026-09-13T01:27:43+00:00 Lestari lestari@gmail.com <p class="FirstParagraph" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; line-height: 115%;"><span style="font-family: 'Book Antiqua',serif;">Pengabdian kepada masyarakat (PKM) merupakan salah satu pilar tridharma perguruan tinggi yang seharusnya tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga menjawab persoalan mendasar tentang mengapa, bagaimana, dan untuk apa pengabdian itu dilakukan. Persoalan inilah yang menjadi wilayah nilai-nilai filosofis. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual bagaimana nilai-nilai filosofis ontologis, epistemologis, dan aksiologisdiimplementasikan dalam praktik PKM pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah literatur ilmiah terbitan lima tahun terakhir dari jurnal nasional terindeks Sinta serta regulasi terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai ontologis mewujud dalam keberpihakan PKM pada martabat manusia dan pemerataan akses pendidikan; nilai epistemologis mewujud dalam kegiatan yang menjadikan masyarakat sebagai ruang pengujian dan pengayaan ilmu secara dialogis; serta nilai aksiologis mewujud dalam orientasi kebaikan, keadilan, kebermanfaatan, dan penguatan karakter religius, kewarganegaraan, serta kearifan lokal. Implementasi nilai-nilai tersebut terlihat pada berbagai model PKM pendidikan, mulai dari pembentukan karakter melalui pembiasaan, penguatan pendidikan karakter religius, pendidikan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi kreatif, hingga pemulihan pembelajaran berbasis literasi digital. Namun demikian, praktik PKM masih menghadapi tantangan berupa seremonialisme, pendekatan satu kali pertemuan, dan minimnya refleksi filosofis. Oleh karena itu, diperlukan strategi berupa pendekatan partisipatoris berkelanjutan, integrasi nilai dalam setiap tahapan, serta evaluasi yang tidak hanya menilai capaian teknis tetapi juga pemaknaan nilai.</span></p> 2026-10-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 NGAULE http://jurnal.stitdarussaliminnw.ac.id/index.php/ngaule/article/view/283 Model Edupreneurship Berbasis Nilai-Nilai Islam Sebagai Strategi Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat: Sebuah Kajian Pustaka 2026-09-15T01:33:50+00:00 Muhammad Ali Muis m.alimuis1`72@gmail.com <p>Kewirausahaan dalam Islam bukan sekadar aktivitas mencari keuntungan material, melainkan bagian dari ikhtiar untuk memakmurkan bumi yang dilandasi nilai kejujuran, keadilan, dan keberkahan. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana nilai-nilai kewirausahaan dalam Islam dapat diintegrasikan ke dalam model edupreneurship dan dijadikan strategi pengabdian kepada masyarakat (PKM) untuk pemberdayaan ekonomi umat. Kajian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional, buku, serta laporan kegiatan pengabdian yang terbit dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep kewirausahaan Islam bertumpu pada empat pilar utama, yaitu shiddiq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), tabligh (komunikasi terbuka), dan fathanah (kecerdasan mengelola peluang), yang keseluruhannya berorientasi pada mashlahah dan falah, bukan semata profit. Edupreneurship muncul sebagai jembatan yang menghubungkan pendidikan Islam, pembentukan karakter wirausaha, dan aksi nyata pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan literasi ekonomi syariah pada pelaku UMKM, pesantren, dan komunitas akar rumput. Kajian ini juga merumuskan model implementasi PKM berbasis edupreneurship syariah yang terdiri atas tahap identifikasi kebutuhan, edukasi nilai dan keterampilan, pendampingan usaha, serta evaluasi keberlanjutan. Artikel ini merekomendasikan agar perguruan tinggi keagamaan Islam menjadikan edupreneurship sebagai basis program PKM yang berkelanjutan dan terukur dampaknya bagi kesejahteraan umat.</p> 2026-10-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 NGAULE http://jurnal.stitdarussaliminnw.ac.id/index.php/ngaule/article/view/271 Penguatan Karakteristik Dan Proses Kewirausahaan Sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Mahasiswa Dan Masyarakat Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat: Sebuah Studi Pustaka 2026-09-13T01:44:32+00:00 Ahmad Noviansah ahmadnoviansah12@gmail.com <p>Kewirausahaan merupakan salah satu jalan strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat luas, di tengah terbatasnya daya tampung lapangan kerja formal dan tuntutan adaptasi terhadap perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat. Artikel ini bertujuan mengkaji ulang secara mendalam karakteristik, tahapan proses, dan manfaat berwirausaha, serta merumuskan implikasinya bagi perancangan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berorientasi pada penguatan kapasitas kewirausahaan. Kajian disusun dengan metode studi pustaka (library research) melalui penelusuran dan analisis tematik terhadap lebih dari tiga puluh lima sumber ilmiah nasional dan internasional yang sebagian besar terbit dalam rentang lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa karakteristik wirausaha yang mencakup kepercayaan diri, orientasi pada tugas dan hasil, keberanian mengambil risiko, jiwa kepemimpinan, orisinalitas atau kreativitas, orientasi masa depan, serta literasi digital menjadi fondasi penting keberhasilan usaha. Sementara itu, proses kewirausahaan berlangsung melalui rangkaian tahapan identifikasi peluang, pengembangan konsep, penyusunan rencana usaha, implementasi, hingga evaluasi dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Kajian ini juga menegaskan bahwa pemahaman terhadap karakteristik dan proses tersebut dapat dijadikan basis dalam merancang program pendampingan, pelatihan, dan inkubasi usaha bagi mahasiswa maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Implikasi praktisnya, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat perlu bersinergi merancang program PKM kewirausahaan yang berkelanjutan, adaptif terhadap transformasi digital, dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi jangka panjang.</p> 2026-10-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 NGAULE http://jurnal.stitdarussaliminnw.ac.id/index.php/ngaule/article/view/282 Peran Guru Sebagai Agen Perubahan Sosial Dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm) 2026-09-15T01:27:52+00:00 Eni Septiani septianieni@gmail.com <p>Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat, terutama ketika terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Artikel ini bertujuan mengkaji secara mendalam bagaimana guru menjalankan fungsinya sebagai agen perubahan sosial dalam berbagai program PKM, baik yang diinisiasi oleh sekolah, perguruan tinggi mitra, maupun komunitas. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelusuri dan menganalisis artikel jurnal nasional terakreditasi Sinta, prosiding, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dan terbit dalam kurun lima tahun terakhir. Data yang terkumpul kemudian direduksi, dikategorikan berdasarkan tema, dan dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk menemukan pola peran guru dalam PKM. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru menjalankan peran sebagai edukator, motivator, fasilitator, mediator sosial, sekaligus teladan yang menularkan nilai-nilai positif kepada masyarakat melalui kegiatan literasi, pendampingan keluarga, penguatan karakter, dan pemberdayaan ekonomi warga. Guru penggerak khususnya memperlihatkan kontribusi nyata dalam mempercepat transformasi budaya belajar di sekolah maupun lingkungan sekitar. Namun demikian, pelaksanaan peran tersebut masih dihadapkan pada kendala keterbatasan waktu, minimnya insentif, serta rendahnya dukungan kelembagaan. Artikel ini merekomendasikan penguatan kebijakan, pelatihan berkelanjutan, dan sinergi lintas sektor agar peran guru sebagai agen perubahan sosial dalam PKM dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.</p> 2026-10-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 NGAULE http://jurnal.stitdarussaliminnw.ac.id/index.php/ngaule/article/view/270 Tantangan Dan Peluang PKM Dalam Perspektif Filosofis: Sebuah Tinjauan Pustaka 2026-09-13T01:34:53+00:00 Azra'i lestari@gmail.com <p>Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu instrumen strategis pendidikan tinggi Indonesia yang tidak hanya bertujuan menumbuhkan kemampuan akademik dan keterampilan teknis mahasiswa, melainkan juga membentuk karakter, kesadaran sosial, dan semangat kebangsaan. Artikel ini disusun dengan metode studi pustaka untuk mengkaji tantangan dan peluang pelaksanaan PKM ditinjau dari perspektif filosofis. Landasan kajian bertumpu pada nilai-nilai Pancasila, etika kemanusiaan, serta prinsip pendidikan karakter yang humanis dan berkeadaban. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara filosofis PKM memiliki makna mendalam sebagai wahana internalisasi nilai, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya muncul berbagai tantangan: kesenjangan pemahaman terhadap esensi nilai, keterbatasan sumber daya, kendala budaya birokrasi, hingga ketimpangan akses dan keberlanjutan program. Di sisi lain, terbuka peluang besar untuk menjadikan PKM sebagai sarana penguatan karakter, kolaborasi lintas sektor, pelestarian kearifan lokal, serta pembentukan jejaring kemitraan yang berkelanjutan. Artikel ini diharapkan dapat memperkaya wawasan tentang makna hakiki PKM dan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan yang lebih humanis, adil, dan berkelanjutan.</p> 2026-10-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 NGAULE