Model Edupreneurship Berbasis Nilai-Nilai Islam Sebagai Strategi Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat: Sebuah Kajian Pustaka

Penulis

  • Muhammad Ali Muis STIT Darussalimin NW Praya

Kata Kunci:

Edupreneurship, Kewirausahaan Islam, Pengabdian kepada Masyarakat, Pemberdayaan Ekonomi, Etika Bisnis Islam

Abstrak

Kewirausahaan dalam Islam bukan sekadar aktivitas mencari keuntungan material, melainkan bagian dari ikhtiar untuk memakmurkan bumi yang dilandasi nilai kejujuran, keadilan, dan keberkahan. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana nilai-nilai kewirausahaan dalam Islam dapat diintegrasikan ke dalam model edupreneurship dan dijadikan strategi pengabdian kepada masyarakat (PKM) untuk pemberdayaan ekonomi umat. Kajian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional, buku, serta laporan kegiatan pengabdian yang terbit dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep kewirausahaan Islam bertumpu pada empat pilar utama, yaitu shiddiq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), tabligh (komunikasi terbuka), dan fathanah (kecerdasan mengelola peluang), yang keseluruhannya berorientasi pada mashlahah dan falah, bukan semata profit. Edupreneurship muncul sebagai jembatan yang menghubungkan pendidikan Islam, pembentukan karakter wirausaha, dan aksi nyata pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan literasi ekonomi syariah pada pelaku UMKM, pesantren, dan komunitas akar rumput. Kajian ini juga merumuskan model implementasi PKM berbasis edupreneurship syariah yang terdiri atas tahap identifikasi kebutuhan, edukasi nilai dan keterampilan, pendampingan usaha, serta evaluasi keberlanjutan. Artikel ini merekomendasikan agar perguruan tinggi keagamaan Islam menjadikan edupreneurship sebagai basis program PKM yang berkelanjutan dan terukur dampaknya bagi kesejahteraan umat.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-03