ANNABA' | Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam, Pembelajaran dan Pengajaran http://jurnal.stitdarussaliminnw.ac.id/index.php/ANNABA <p>Jurnal Annaba' diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Kampus STIT Darussalimin NW Praya. Jurnal Annaba' Fokus pada Kajian Pemikiran Pendidikan Islam, Pembelajaran dan Pengajaran.</p> Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darussalimin NW Praya id-ID ANNABA' | Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam, Pembelajaran dan Pengajaran 2830-3849 MODEL PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN GURU AGAMA ISLAM PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SDN TAMPAK SIRING KECAMATAN BATUKLIANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN PELAJARAN 20242025. http://jurnal.stitdarussaliminnw.ac.id/index.php/ANNABA/article/view/159 <p>Rumusan Masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah “Model pembelajaran dan pengajaran yang bagaimana yang diterapkan oleh guru agama Islam pada pelajaran Pendidikan Agma Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) di SDN Tampak Siring Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2024/2025”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk “Peneliti ingin mengetahui model pembelajaran dan pengajaran yang diterapkan oleh guru agama Islam pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) di SDN Tampak Siring Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2024/2025.mengambil lokasi penelitian di SDN Tampak Siring, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Jenis data yang digunakan peneliti adalah data kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Tekhnik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan instrument pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Tekhnik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi dan penyajian data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SDN Tampak Siring menerapkan berbagai model pembelajaran dan pengajaran yang bervariasi dan inovatif. Model-model yang sering digunakan meliputi: model ceramah bervariasi, di mana guru tidak hanya menyampaikan materi secara verbal, tetapi juga mengkombinasikannya dengan media visual seperti gambar atau video; model demonstrasi, terutama untuk materi yang membutuhkan praktik langsung seperti wudu dan salat; dan model diskusi dan tanya jawab, yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru juga menggunakan pendekatan kontekstual dengan mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga materi menjadi lebih relevan dan mudah dipahami, meskipun perlu dilakukan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut untuk mengoptimalkan proses pembelajaran.</p> muhammad fadlah ZAENUDIN Hak Cipta (c) 2026-08-15 2026-08-15 6 2 47 53 PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI SEBAGAI LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI BERBASIS TEKNOLOGI http://jurnal.stitdarussaliminnw.ac.id/index.php/ANNABA/article/view/227 <p>Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Meskipun teknologi menawarkan berbagai peluang untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, implementasinya sering kali lebih menekankan aspek teknis dibandingkan pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Imam Al-Ghazali sebagai landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum PAI berbasis teknologi serta mengidentifikasi relevansinya terhadap kebutuhan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari karya-karya Imam Al-Ghazali, terutama Ihya' Ulum al-Din, Ayyuha al-Walad, Bidayat al-Hidayah, dan Al-Adab fi al-Din, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai jurnal ilmiah dan literatur akademik yang relevan. Analisis data dilakukan melalui content analysis, hermeneutika, dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Al-Ghazali yang meliputi tujuan pendidikan untuk mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ila Allah), pembentukan akhlak (tahdzib al-akhlaq), integrasi ilmu dan amal, serta hierarki ilmu memiliki relevansi yang kuat dalam pengembangan kurikulum PAI berbasis teknologi. Penelitian ini menegaskan bahwa teknologi perlu diposisikan sebagai sarana pendukung pembelajaran yang tetap berorientasi pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan nilai-nilai Islam.</p> <p>Kata kunci: Imam Al-Ghazali, kurikulum PAI, teknologi pendidikan, pendidikan Islam, akhlak.</p> <p>&nbsp;</p> Asmahl Khusnah Abdul Qodir Khoirul Arifin Imam Muhidin Hak Cipta (c) 2026 ANNABA' | Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam, Pembelajaran dan Pengajaran 2026-08-15 2026-08-15 6 2 36 46 MODEL PENERAPAN TATA TERTIB KEGIATAN IMTAQ DALAM MEMBENTUK AKHLAKUL KARIMAH DI MTS SABILURRASYAD NW BARABALI TAHUN PELAJARAN 2024/2025 http://jurnal.stitdarussaliminnw.ac.id/index.php/ANNABA/article/view/203 <p><strong>&nbsp;</strong>Penelitian ini berfokus pada model penerapan tata tertib kegiatan Iman dan Taqwa (IMTAQ) di MTs Sabilurrasyad NW Barabali untuk membentuk akhlakul karimah siswa pada tahun pelajaran 2024/2025. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya disiplin dan kesadaran spiritual siswa, yang sering kali menghambat pembentukan karakter mulia. Tujuan penelitian adalah memahami bagaimana model tata tertib IMTAQ berkontribusi secara efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut melalui pendekatan terstruktur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan wakil kepala kesiswaan, guru akidah akhlak, guru bimbingan konseling, serta peserta didik, dan analisis dokumentasi sekolah. Subjek penelitian mencakup 10 orang dari berbagai peran di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model penerapan tata tertib IMTAQ terdiri dari lima komponen utama yang terintegrasi: (1) pengorganisasian peran guru dan siswa yang jelas; (2) pelaksanaan kegiatan rutin seperti shalat dhuha, doa bersama, yasinan, hiziban, dan tadarus; (3) sosialisasi melalui apel pagi, papan pengumuman, dan pengarahan guru; (4) pengawasan persuasif dengan teladan dari guru; serta (5) sanksi edukatif berupa pembersihan kelas, doa tambahan, atau refleksi diri. Penerapan model ini terbukti efektif dalam meningkatkan kedisiplinan, sikap religius, sopan santun, rasa tanggung jawab, dan kebiasaan ibadah siswa, yang berlanjut ke lingkungan rumah dan masyarakat. Secara keseluruhan, tata tertib IMTAQ berfungsi sebagai instrumen pendidikan karakter yang berkelanjutan, menanamkan nilai iman, takwa, dan akhlak mulia. Penelitian ini merekomendasikan replikasi model serupa di madrasah lain untuk penguatan karakter siswa.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Tata tertib, Kegiatan Iman dan Taqwa, Akhlakul Karimah</p> Siti Laelatul Munawarah Munawarah AZRA'I Hak Cipta (c) 2026-08-15 2026-08-15 6 2 27 35 PERSEPSI GURU SKI TERHADAP APLIKASI YOUTUBE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA KELAS X MIA DI MA AL FALAH PANCORDAO DESA AIK DAREQ KECAMATAN BATUKLIANG LOMBOK TENGAH http://jurnal.stitdarussaliminnw.ac.id/index.php/ANNABA/article/view/171 <p>Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak besar dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui Penggunaan aplikasi YouTube sebagai media pembelajaran. Media ini dinilai mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, serta sesuai dengan kebutuhan siswa di era modern. Dalam konteks pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), penggunaan YouTube dapat menjadi solusi untuk mengatasi kejenuhan siswa terhadap metode pembelajaran konvensional yang cenderung monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru SKI terhadap penggunaan aplikasi YouTube sebagai media pembelajaran pada kelas X MIA di MA Al Falah Pancordao Desa Aik Dareq, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2024–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SKI memiliki persepsi positif terhadap penggunaan YouTube dalam pembelajaran. YouTube terbukti meningkatkan hasil belajar, mudah diakses, dan mampu menciptakan suasana belajar kondusif, meningkatkan motivasi, serta memperkuat pemahaman konsep melalui tayangan video. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan jaringan internet serta fasilitas dalam penggunaan media YouTube.</p> Ahmad Fahrurrozi M. NAJAMUDIN AMINULLAH Hak Cipta (c) 2026 ANNABA' | Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam, Pembelajaran dan Pengajaran 2026-07-15 2026-07-15 6 2 54 63 Ahmad Novianasah EFEKTIVITAS MEDIA GOOGLE MEET SEBAGAI PEMBELAJARAN DARING PADA MATA KULIAH AKIDAH AKHLAK DI STIT DARUSALIMIN NW PRAYA http://jurnal.stitdarussaliminnw.ac.id/index.php/ANNABA/article/view/221 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media Google Meet sebagai platform pembelajaran daring pada mata kuliah Akidah Akhlak di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darusalimin NW Praya. Mengingat transformasi digital yang terjadi dalam dunia pendidikan tinggi, khususnya di era pasca-pandemi COVID-19, pembelajaran daring menjadi alternatif utama dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian terdiri dari 120 mahasiswa semester genap tahun akademik 2024/2025 yang mengikuti mata kuliah Akidah Akhlak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang terdiri dari 25 item pertanyaan dengan skala Likert 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Google Meet dalam pembelajaran Akidah Akhlak memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dengan nilai rata-rata 4.12 (skala 5). Aspek yang paling efektif adalah kemudahan aksesibilitas (4.35), diikuti oleh interaksi dosen-mahasiswa (4.08), dan pemahaman materi (3.98). Kendala utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan kuota internet (45%) dan gangguan sinyal (38%). Penelitian ini merekomendasikan pengembangan blended learning yang mengintegrasikan Google Meet dengan platform pembelajaran lainnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Akidah Akhlak di masa mendatang.</p> <p>&nbsp;</p> Ahmad Noviansah Hak Cipta (c) 2026 ANNABA' | Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam, Pembelajaran dan Pengajaran 2026-07-15 2026-07-15 6 2 17 25 DAMPAK PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI MA AL-MANSYURATI NW AIK BUKAK DESA AIK BUKAK KECAMATAN BATUKLIANG UTARA LOMBOK TENGAH TAHUN PELAJARAN 2025/2026 http://jurnal.stitdarussaliminnw.ac.id/index.php/ANNABA/article/view/189 <p>Pemanfaatan media digital dalam Pendidikan telah memberikan dampak signifikan terhadap proses belajar mengajar, khususnya dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. media digital, seperti aplikasi pembelajaran interaktif, platform e-learning dan sumber belajar multimedia, memungkinkan siswa untuk mengakses informasi dengan lebih mudah, cepat serta menarik. Penggunaan media digital juga mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan sesuai dengan gaya belajar individu, selain itu, integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi, pemahaman konsep, serta keterampilan berpikir kritissiswa. Namun demikian, efektivitas pemanfaatan media digital sangat pengaruhi oleh faktor pendukung, seperti kesiapan guru, ketersediaan sarana, dan pengelolaan waktu belajar siswa. Dengan pemanfaatan yang tepat, media digital berpotensi besar menjadi sarana strategis dalam meningkatkan kualitas Pendidikan dan prestasi belajar siswa.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Setelah penerapan media digital, siswa terlihat menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi dalam mengikuti pelajaran. Materi yang disampaikan melalui video, animasi atau aplikasi interaktif dirasakan lebih menarik oleh siswa. Jika sebelumnya siswa cenderung pasif dalam mengikuti pembelajaran, setelah menggunakan media digital mereka mulai lebih aktif bertanya, terlibat dalam diskusi, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang lebih besar. Perubahan ini juga tampak dari sikap siswa yang lebih bersemangat saat mengulang materi atau saat guru memberikan kesempatan tuk menggunakan media pembelajaran digital. Selain perubahan motivasi, siswa juga menunjukkan peningkatan dalam hasil belajar. Guru mengamati bahwa siswa lebih mudah memahami materi karena dapat mengulang kembali penjelasan melalui media digital seperti video pembelajaran dan platform classroom. Siswa yang sebelumnya sering mengalami kesulita saat ulangan, mulai menunjukkan pemahaman yang lebih baik, terbukti dari jawaban mereka yang lebih baik. Guru juga menilai bahwa media digital membantu siswa lebih mandiri dalam belajar, sehingga hasil akademik mereka cenderung meningkat dibandingkan sebelum penggunaan media digital.</p> ZAINUDIN Hak Cipta (c) 2026 ANNABA' | Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam, Pembelajaran dan Pengajaran 2026-08-07 2026-08-07 6 2