Ahmad Novianasah EFEKTIVITAS MEDIA GOOGLE MEET SEBAGAI PEMBELAJARAN DARING PADA MATA KULIAH AKIDAH AKHLAK DI STIT DARUSALIMIN NW PRAYA
Kata Kunci:
Google Meet, Pembelajaran Daring, Akidah Akhlak, Efektivitas, Pendidikan TinggiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media Google Meet sebagai platform pembelajaran daring pada mata kuliah Akidah Akhlak di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darusalimin NW Praya. Mengingat transformasi digital yang terjadi dalam dunia pendidikan tinggi, khususnya di era pasca-pandemi COVID-19, pembelajaran daring menjadi alternatif utama dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian terdiri dari 120 mahasiswa semester genap tahun akademik 2024/2025 yang mengikuti mata kuliah Akidah Akhlak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang terdiri dari 25 item pertanyaan dengan skala Likert 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Google Meet dalam pembelajaran Akidah Akhlak memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dengan nilai rata-rata 4.12 (skala 5). Aspek yang paling efektif adalah kemudahan aksesibilitas (4.35), diikuti oleh interaksi dosen-mahasiswa (4.08), dan pemahaman materi (3.98). Kendala utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan kuota internet (45%) dan gangguan sinyal (38%). Penelitian ini merekomendasikan pengembangan blended learning yang mengintegrasikan Google Meet dengan platform pembelajaran lainnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Akidah Akhlak di masa mendatang.
Referensi
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W.H. Freeman.
Garrison, D. R. (2011). E-learning in the 21st century: A framework for research and practice (2nd ed.). Routledge.
Garrison, D. R., Anderson, T., & Archer, W. (2000). Critical inquiry in a text-based environment: Computer conferencing in higher education. The Internet and Higher Education, 2(2-3), 87-105.
Halilintar, R., & Nadlif, A. (2025). Efektivitas pembelajaran Akidah Akhlak dengan media YouTube dalam pembentukan karakter siswa di MI Darussalam. Jurnal Pendas, 10(3), 29365. https://doi.org/10.23969/jp.v10i03.29365
Kemenristek. (2018). Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Moore, M. G., & Kearsley, G. (2012). Distance education: A systems view of online learning (3rd ed.). Cengage Learning.
Musfiqon, H. M. (2012). Panduan lengkap metodologi penelitian pendidikan. Prestasi Pustaka.
Nurseto, T. (2012). Membuat media pembelajaran yang menarik. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 8(1), 19-35. https://doi.org/10.21831/jep.v8i1.706
Putry, H. M. E., ’Adila, V. N., Sholeha, R., & Hilmi, D. (2020). Video based learning sebagai tren media pembelajaran di era 4.0. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Ilmiah, 5(1), 1-24. https://doi.org/10.55187/tarjpi.v5i1.3870
Rahmadani, L. (2025). Teknik observasi, evaluasi, dan umpan balik dalam supervisi pendidikan. Jurnal Pendidikan, 6(2), 118-125.
Rawanita, M., & Mardhiah, A. (2024). Strategi orang tua dalam mengelola penggunaan gadget anak usia dini di Gampong Tanjung Deah Darussalam. Jurnal Pendidikan Anak, 1(3), 274-294.
Romas, W., & Nadlif, A. (2021). The effectiveness of online learning with YouTube media on Islamic religious education subjects at Hang Tuah 5 Middle School Sidoarjo. Academia Open, 4, 1-10. https://doi.org/10.21070/acopen.4.2021.2103
Santoso, S. (2015). Menguasai statistik di era informasi dengan SPSS versi 22. Elex Media Komputindo.
Simonson, M., Smaldino, S., & Zvacek, S. (2015). Teaching and learning at a distance: Foundations of distance education (6th ed.). Information Age Publishing.
STIT Darussalimin NW Praya. (2024). Profil STIT Darussalimin NW Praya. https://stitdarussaliminnw.ac.id
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.







